Segala sesuatu yang merupakan kebaikan
harus dicintai sementara keburukan harus dibenci dan dijauhi. Hal ini
disampaikan oleh ustadz Ramadhanus yang menjadi pemateri pada training
motivasi bertemakan “Akademik Sukses, Almudarris Yes!” pada Rabu (8/1) di
Auditorium Lama FKIP Unsyiah. Acara yang dikhususkan untuk alumni Forum Studi
Islam (FOSI) 2013 merupakan bagian dari agenda pasca-FOSI, sebuah acara
bernafaskan Islam yang digelar oleh LDF Almudarris untuk mahasiswa baru FKIP
Unsyiah.
Dalam trainingnya, ustadz Ramadhanus
menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya kaidah membenci dan mencintai
sesuatu dengan tidak berlebihan. Alumni Fakultas Kedokteran Unsyiah ini juga
memotivasi puluhan mahasiswa baru ini untuk tidak pernah berhenti belajar.
“Bosan belajar menandakan kita telah bosan hidup,” paparnya.
Selain itu, pemateri juga menyampaikan
tentang betapa banyaknya pahala orang yang menyampaikan atau mengajarkan
nilai-nilai kebaikan kepada orang lain. Beliau
mencontohkan orang yang mengajarkan Alquran sebagai orang yang paling banyak mendapatkan
pahala. “Satu huruf Alquran akan diganjar dengan sepuluh kebaikan,” terangnya
mengutip sebuah hadits Rasulullah saw. “Sementara orang yang mengajarkan
kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala sama dengan orang yang diajarkannya
itu tanpa mengurangi nilai pahala si pelaku sedikitpun,” lanjutnya lagi. Ringkasnya,
di sinilah terjadi penggandaan pahala yang berlipat-lipat. Jika orang yang
belajar itu mengajarkan lagi kepada orang lain, maka kita tetap mendapat pahala
dari orang yang diajarkannya itu. Begitulah seterusnya.
Acara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini juga diisi oleh
penampilan Nasyid oleh Wendi Septian (Tim Nasyid Unsyiah) dan Fathur Hadyan
(alumni FOSI 2013). Setelah sesi sharing khusus alumni FOSI dan
penyampaian pesan-pesan dari ketua umum LDF Almudarris, Irwansyah Putra,
acarapun ditutup dengan pembagian pin dan sertifikat FOSI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar