Translate

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2020

Press Release : ASEAN (Al-Mudarris Stay Close With Al-Qur'an)



Banda Aceh, 29 Mei 2020. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunianya. Alhamdulillah telah dilaksanakannya program ASEAN (Al-Mudarris Stay Close With Al-Qur'an) ke-2 dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang diselenggarakan oleh bidang Kaderisasi UKM LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) Al-Mudarris FKIP Unsyiah melalui via grup WhatsApp dan ditujukan kepada siapa pun yang ingin bergabung (bersifat Umum) dengan mengikuti segala syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Program ini berlangsung selama 28 hari, dimulai dari awal hingga hari ke-28 Ramadhan. Tepatnya pada Jumat, 24 April 2020 s.d. Kamis 21 mei 2020.

Mekanisme program ini, dikarenakan menggunakan via grup WhatsApp, maka peserta dibagi menjadi 6 grup. Setiap grup beranggotakan 33 peserta dan dipandu oleh 2 orang PJ dari pihak panitia (1 ikhwan dan 1 akhwat). Adapun PJ setiap grup tersebut yaitu: Ikhwan (Andhika Sing Wicaksana, Muntazul Fikri, Rafif Rizqullah Mainaky, Syarif Hidayat, Syahrizal Albar, Muhammad Idwar Riski) dan Akhwat (Humaira, Arta Maisela, Viezar Ayu Ashyva, Putri Ashfi Raihan, Kiki Rahayu, Meisya Tiara).

Jumlah peserta yang mengikuti program ASEAN ini sebanyak 198 orang. Namun, tidak semua peserta aktif hingga akhir program, hanya sebagian saja yang bertahan hingga akhir. Peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari Aceh saja, melainkan hampir setiap Provinsi di Indonesia, serta diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa/i,  dosen, hingga masyarakat umum ikut andil dalam program ini. 

Tujuan diselenggarakan program ASEAN ini adalah:

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
  2. Memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. 
  3. Tidak lalai dengan duniawi. 
  4. Meningkatkan Semangat dalam beribadah dan berfastabiqul khairat. 
  5. Sebagai pengingat/alarm untuk kita agar tetap semangat dan istiqamah dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. 
  6. Suatu gerakan khatam Al-Qur’an di masa Pandemi Covid 19
  7. Menambah teman baru dan suasana baru

Adapun di penghujung program ini, pihak panitia juga menyediakan doorprize untuk salah satu peserta terbaik ASEAN atas nama Muhammad Ayash Mujahidullah dari grup 2 ASEAN yang berasal dari Aceh Besar, instansi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dan bagi peserta yang belum menjadi peserta terbaik juga diberikan apresiasi berupa e-sertifikat. 

Dengan adanya program ini, diharapkan kepada peserta agar dapat terus meningkatkan semangatnya dalam mengkhatamkan Al-Qur'an serta tetap istiqamah dalam menjalankannya. 

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Shaad [38]: 29).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi no. 2915. Dinilai shahih oleh Al-Albani).

 

Baca juga:


Sabtu, 21 Maret 2020

FORUM STUDI ISLAM (FOSI) 2020

 

UKM LDF Almudarris memiliki enam bidang yang masing-masing bidangnya menjalankan program kerja yang bermacam ragam, termasuk di dalamnya Bidang Kaderisasi. Bidang Kaderisasi khusus melaksanakan program-program yang sifatnya internal, seperti pendataan dan pemberdayaan anggota. Selanjutnya bidang kaderisasi juga menangani kegiatan perekrutan anggota baru yang tertuang dalam kegiatan Forum Studi Islam (FOSI). Fokus dari kegiatan FOSI adalah pada perekrutan dan pembinaan, sehingga estafet dakwah di kampus FKIP Unsyiah dapat terus terlaksana.
Kepengurusan tahun ini pelaksanaan kegiatan FOSI dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 7-8 Maret 2020 bertempat di Auditorium lantai dua gedung FKIP Unsyiah (Indoor) dan lingkungan kampus Unsyiah (Outdoor). Adapun tema FOSI kali ini adalah “Eksplorasi Potensi Diri dengan Karakter Islami Menuju Generasi Rabbani” dengan sasarannya adalah seluruh mahasiswa aktif FKIP Unsyiah, khususnya mahasiswa tahun angkatan 2017-2019.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain yaitu:

  1. Memperbaiki pola pikir mahasiswa bahwa kuliah bukanlah sekedar belajar didalam ruangan.
  2. Membuka cakrawala mahasiswa tentang kondisi islam kontemporer, dan memberikan simulasi pemecahan masalah umat kontemporer.
  3. Menyediakan wadah dan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang dakwah kampus.
  4. Membentuk generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai dan perjuangan islam.
  5. Memberikan pemantapan kepemimpinan melalui Leadership Training kepada mahasiswa.


Kegiatan FOSI berbentuk pelatihan kepemimpinan, diskusi dan simulasi aksi. Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan kepemimpinan (Leadership Training). Diskusi yang dilaksanakan adalah diskusi terkait permasalahan dakwah kontemporer serta peran generasi muda islam dalam menyikapi hal tersebut. Simulasi aksi yang dilaksanakan adalah realisasi sikap dan perbuatan yang sesuai dengan materi kepemimpinan yang diberikan. Setiap kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh trainer, ustadz dan pemateri yang handal. Berikut merupakan meteri yang sampaikan pada kegiatan FOSI 2020:

  • Materi 1: Mengapa harus ikut Almudarris? dengan Pemateri: Muhammad Nazar, S.Pd, MSCST 
  • Materi 2: Ukhuwah islamiah dan amal jama’i dengan Pemateri: Jalaluddin, ST., MA
  • Materi 3: Urgensi dakwah kampus dan kepemimpinan dengan Pemateri: Shibghatullah Arrasyid, S.Pd
  • Materi Outdoor: Semangat di jalan dakwh dengan Pemateri: Muhammad Dekar, S.Pd., M.Si




Muhammad Haris selaku ketua panitia tentunya berharap acara FOSI 2020 berjalan dengan lancar, sangat banyak waktu, pikiran bahkan tenaga untuk mempersiapkan FOSI. Mulai dari Open Recruitment dengan menjaga posko pendaftaran bersama panitia-panitia lain, wawancara, sampai pada hari H panitia tetap terus bekerja keras demi menyukseskan acara FOSI 2020. Tanpa ridho Allah Swt  serta dukungan dan sokongan dari alumni juga pihak-pihak lain yang tidak bisa di sebut satu-persatu tentunya FOSI 2020 akan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Maulana Yusuf selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Umum UKM LDF Almudarris sangat berterima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bersusah payah dan bekerja keras untuk menyuksesakan FOSI 2020. “sangat banyak potensi Almudarris kedepan, dari hasil tes wawancara yang dilalui oleh peserta FOSI bermacam ragam karakter yang saya temukan, seperti semangat yang tinggi, rasa peduli, rasa ingin tahu, rasa memiliki, rasa penasaran, bahkan mempunyai harapan yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin di masa yang akan datang. Ini adalah semangat yang tidak boleh di sia-siakan” ujar beliau.
FOSI 2020 diresmikan/dibuka langsung oleh Bapak Dekan FKIP Unsyiah yaitu Bapak Prof. Dr. Djufri, M.Si. beliau juga mengatakan bahwa Almudarris mempunyai potensi yang sangat besar, sebab banyak jurusan yang terdapat didalamnya, sehingga apabila bisa dikombinasikan maka akan munculah ide-ide yang cemerlang yang tentunya dapat bermanfaat untuk orang banyak. Beliau juga menegaskan bahwa jadilah manusia yang mempunyai komitmen, janganlah seperti buih dilautan yang terombang-ambing tak tentu arah.


Alhamdulillah jumlah peserta FOSI 2020 yang terekrut sebanyak 235 orang, Insyaa Allah dengan banyaknya jumlah tersebut harapannya dapat terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan Almudarris serta tidak ada kata mudur jika perintah dakwah sudah menyeru. Allahu Akbar!
Almudarris 1441-1442
Ikhlas tanpa tapi Dakwah tanpa nanti

Baca juga:

Rabu, 09 Maret 2016

AEF 2016 : LOMBA FOTOGRAFI

TERBUKA UNTUK UMUM
Khusus buat kamu yang punya mata lensa dunia, yuuk ikuti event ini👇🏻
~Almudarris Education Fair 2016~ PRESENTS
Lomba FOTOGRAFI📷
Dengan Tema: Nuansa Islami di Kota Madani
Syarat dan ketentuan:
1⃣   Terbuka untuk umum
2⃣   Sesuai dengan tema
3⃣   Karya belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan lain dan belum pernah di publikasikan
4⃣   Pengeditan foto hanya sebatas saturation, brightness, crop, dan contrast.
5⃣   Peserta mengumpulkan HardCopy Ukuran 6R (5 x 8 inch atau 15.2 x 20,3 cm)
ke posko pendaftaran di taman kolam FKIP Unsyiah
6⃣   Mengirimkan SoftCopy dengan format_JPG ke e-mail presidium.almudarris@gmail.com dengan subjek e-mail "Lomba Fotografi"
TIMELINE?
1⃣   Pendaftaran di buka pada tanggal 8 maret - 1 april 2016. 
2⃣   Batas akhir pengumpulan karya tanggal 2 april 2016.


📞
Ayo tunggu apa lagi, segera daftarkan diri kamu dengan cara ketik: AEF_FG_Nama_Instansi_no hp kirim ke 085262603335
atau datang langsung ke posko pendaftaran di taman kolam FKIP UNSYIAH.
💰 Fee: Rp 10.000
🎊 Juara 1,2,3 akan mendapatkan Hadiah+uang tunai+trophy+sertifikat+bingkisan menarik
☎ contact person: 085262603335 (Azmi)

AEF 2016 : LOMBA MENULIS OPINI

SPESIAL BUAT KAMU YANG SUKA NULIS✨
Almudarris Education Fair 2016 present :
LOMBA OPINI📝📝
Dengan Tema:
"Sosok Pemimpin Ideal Untuk Aceh Madani" 👥TERBUKA UNTUK UMUM.
Pendaftaran dibuka pada tanggal 8 Maret - 7 April 2016 🎀 Spesial bagi 10 pendaftar pertama, akan mendapatkan DISKON 50%. Batas akhir pengumpulan naskah 13 April 2016 pukul 18:00 WIB
Fee: Rp10.000 👉🏼Tunggu apa lagi? Ayoo.. Daftarkan dirimu segera.
Caranya: ketik AEF_Opini_Nama_Instansi_No.hp. 👉🏼kirim ke 081262997443
Atau bisa mendaftar langsung ke posko pendaftaran di taman kolam FKIP UNSYIAH.
Juara 1,2,3 akan mendapatkan uang tunai+trophy+sertifikat.
🌾SPESIAL BAGI JUARA 1🌾
👉🏼karya akan dipublikasikan di media cetak dan media online.
Untuk info lebih lanjut, hubungi: 082391119449

AEF 2016 : LOMBA DAUR ULANG

⚜TERBUKA UNTUK UMUM⚜
°°°Buat kamu yg hobi berkreasi dengan menggunakan barang bekas, ikuti event keren ini👇🏻
~Almudarris Education Fair 2016~ Mempersembahkan Lomba DAUR ULANG TEPAT GUNA 🖼
✍🏻Peserta dapat berkelompok, maksimal 3 orang.
✍🏻Pendaftaran di buka pada tanggal 8 maret - 8 april 2016.
✍🏻Batas akhir pengumpulan karya tanggal 9 april, dan presentasi karya tanggal 12 april 2016.
📞Mari daftarkan dirimu dan kelompokmu segera dengan cara, ketik: AEF_DU_Nama_Instansi_no hp kirim ke 082360016306
🏚atau datang langsung ke posko pendaftaran di taman kolam FKIP UNSYIAH.
💰 Fee: Rp 20.000
🎊 Juara 1,2,3 akan mendapatkan uang tunai+trophy+sertifikat. Dan ada juara favorite nya juga lho..
☎ More Information: 082360016306

Jumat, 25 September 2015

12 ADAB SALING MENYAYANGI ANTAR GENERASI



Dalam komunitas apapun dan di manapun selalu ada generasi pendahulu/ perintis (al-mubtadi) dan generasi pelajut /pewaris (al-muqtadi). Namun, kedudukan para pendahulu selalu saja lebih utama daripada pewarisnya. Ahi hikmah pernah memberi nasehat, “Al-Afdhalu lil mubtadi waau ahsanal muqtadi (pendahulu itu lebih utama sekalipun pelanjut lebih baik).” Generasi pendahulu klita adalah para salafush shalih. Merekalah yang pertama menyambut seruan iman (assabiqul awwalun).
Allah SWT berfirman, dalam Surah At-Taubah [9] ayat 100  yang artinya :
”orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka danmerekapun ridha kepada Alah, dan Allah menyediakan bagi mereka surge-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di didalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah [9] : 100)
            Mereka menjadi utama disisi Allah SWT karena selama 13 tahun di Makkah mereka mendapat tantangan yang begitu berat. Mereka hanya berjumlah kurang dari 200 orang harus menghadapi hokum jahiliyah yang sangat kuat. Mereka adalah pondasi dakwa yang sudah teruji dalam kebersihan hati, kedalaman ilmu, dan kemuiaan akhlak. Tak heran jika Allah SWT pun mengutamakan mereka dalam firman-Nya :
            “Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman) merekalah yang paling dahulu masuk surga.” (Al-Waqiah [56] : 10)
            Sedangkan di Madinah, meskipun jangka waktunya lebih pendek dibanding masa Makkah, yakni 10 tahun, namun mampu melahirkan umat sebanya 10.000 orang. Itulah sebabnya islam mendidik kita untuk menghormati para pendahulu. Tanpa mereka, kita tidak mungkin eksis hari ini.
ADAB-ADAB MULIA
            Agar terjadi hubungan  yang indah antar generasi (al-mu’asyarah bil ma’ruf) dan kecintaan secara timbal balik antara generasi tua dan muda maka perlu ditradisikan adab-adab yang mulia berikut ini.
1.      Generasi tua (senior) harus memberi contoh /teladan terbaik sebagai prajurit aqidah, ibadah, dan akhak. Tua-tua berbudi, makin tua makin mengabdi. Jangan sampai yang terjadi, tua-tua keladi, makin tua makin menjadi-jadi (dalam melakukan penyimpangan)
2.      Generasi mudah (junior) harus menghormati generasi tua. Mereka harus sadar jika mereka tidak mampu memuliakan para pendahulunya, maka generasi sesudah mereka tidak akan menghormati mereka. Seorang yang tidak saleh bagi orangtuanya mustahil melahirkan anak yang saleh.
3.      Saling mendoakan untuk kebaikan masing-masing generasi.
4.      Generasi muda jangan membuat fitnah sepeninggal pendahulunya. Karena mereka lebih dahulu berbuat. Sedangkan amal kita hari ini belum tentu diterima Allah SWT
5.      Tidak mendengki, terutama kepada pendahulu kita yang beriman. Karena sikap itu akan mencukur sendi-sendi agama dan menghapus kebaikan.
6.      Menjunjung tinggi keutamaan pendahulu sesuai timbangan syariat dan mengubur dalam-dalam kekurangannya. Namun, penghormatan dan kecintaan kepada mereka tidak mengubur sikap kritis, sehingga tidak terjerumus pada sikap al-ghuluw wat-taqdis (berebih-lebihan daam mencintai dan mengkultuskan). Ini terjadi pada kaum Nabi Nuh yang memuliakan nenek moyang mereka sampai menyembahnya.
7.      Menolak perintah pendahulu kita jika perintahnya menjerumus pada perbuaan dosa, namun tetap bergaul dengan cara yang ma’ruf
8.      Generasi muda harus menyadari bahwa keutamaannya diukur dari kedalaman ilmu syariat dan kualitasketakwaan, tidak semata-mata kekuatan fisik. Imam Syafi’I mengatakan “ Ingatlah, sesungguhnya jati diri pemuda itu dinilai dari keilmuan dan ketakwaan. Jika keduanya tidak melekat di dalam struktur kepribadiannya, tidaklah dianggap sebagai pemuda.”
9.      Generasi tua yang saleh harus menyadari bahwa warisan material dan immaterial akan dijaga oleh pelanjut yang saleh pula. Fakta historis membuktikan, harta pusaka orang saleh yang terdahulu dijaga dua hamba pilihan-Nya yaitu, Nabi Musa dan Nabi Khidhir.
10.  Masing-masing generasi harus menyadari bahwa perintis kebaikan (sanna sunnatan hasanah) akan kebagian pahala oleh para pengikutnya. Demikian pula perintis kejahatan (sanna sunnatan sayyiatan) akan kebagian dosa dari para pendukungnya pula.
11.  Mendahulukan kewajiban kepada pendahulu daripada menuntut hak. Ahli hikmah mengatakan “Qaddimil khidmah qablal’ilm (dahulukan mengabdi kepada guru senbelum memperoleh ilmu) ”
12.  Ikhlas dalam memnjalani proses alih generasi. Siap disiplin dan siap memimpin. Generasi tua dan muda saat dipimpin atau memimpin tidak membeda-bedakan peran dan jabatan
Orientasi dakwah adalah amal saleh, bukan kursi, komisi, dan ambisi. Bukan pula interest pribadi yang bisa membuat hati dirasuki jiwa suka tampil, selalu ingin didepan, selalu ingin ‘number one’.
Dengan kata lain, tidak ambisius terhadap jabatan, tetapi  jika diberi amanah, ia menerimanya dengan penuh tanggung jawab dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bish shawab……   

FORUM STUDI ISLAM (FOSI) 2020

  UKM LDF Al m udarris memiliki enam bidang yang masing-masing bidangnya menjalankan program kerja yang bermacam ragam , termas...