Translate

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2020

Press Release: TALKSHOW BEASISWA

Banda Aceh, 11 Mei 2020Minggu, 10 Mei 2020, melalui grup WhatsApp telah berlangsung Talkshow Beasiswa yang bertemakan Get Your Dream; Everyone Can Get A Scholarship yang didakan oleh Bidang Akademik dan Profesi UKM Lembaga Dakwah Fakultas Al-Mudarris FKIP Unsyiah. Acara ini ditujukan khususnya untuk para Mahasiswa/i di Indonesia, dan umumnya untuk Pelajar SMA/MAN sederajat yang akan memasuki dunia perkuliahan.

Acara ini dipandu oleh Riski Maulidy Putra (Mahasiswa Pendidikan Fisika Tahun 2018 Universitas Syiah Kuala) dan Rafif Rizqullah Mainaky (Mahasiswa Pendidikan Sejarah Tahun 2018 Universitas Syiah Kuala). Adapun pemateri yang mengisi Talkshow Beasiswa ini merupakan Mahasiswa/I FKIP Unsyiah yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, yaitu:

Pemateri 1: Durratul Baidha, penerima Beasiswa Bidikmisi.

Pemateri 2: Gufron Ginting, penerima Beasiswa ETOS ID.

Pemateri 3: T. Fhonna Rizki, penerima Beasiswa PPA.

Pemateri 4: Tria Suci Faradila, penerima Bright Scholarship.

Adapun jumlah peserta yang mengikuti Talkshow Beasiswa ini sebanyak 399 Orang yang berasal dari hampir setiap Provinsi di Indonesia. Mulai dari Provinsi Aceh sampai Provinsi wilayah Indonesia bagian Timur.

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait beasiswa kepada para Mahasiswa/i dan para Pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas impian namun mempunyai kendala biaya, juga teruntuk kepada Mahasiswa atau Pela.jar yang mempunyai tekad untuk mendapatkan beasiswa dengan Pengetahuan, skil dan kemampuan yang dimiliki. Dengan mengikuti Talkshow ini, diharapkan para peserta dapat mengetahui gambaran dari proses memperoleh beasiswa melalui para pemateri. Para peserta juga terlihat antusias mengikuti acara, hal ini terlihat dari banyaknya para peserta yang aktif saat sesi tanya jawab berlangsung. Acara pun berakhir dengan pembagian file Notulensi dan sertifikat kepada para peserta di grup.

            “Terimakasih atas informasi dan ilmunya kakak-kakak dan abang-abang, semoga bisa bermanfaat bagi kami para pendengar. Serta bisa menjadi penerima beasiswa seperti senior-senior semua, aamiin”, ucap salah satu peserta di akhir acara, yang berasal dari STAI Tapaktuan, Aceh.

Pesan penting yang dapat diambil dari Talkshow ini, salah satunya adalah: “Jangan pernah berhenti untuk mencoba memperoleh beasiswa, meski telah gagal berulang kali. Karena sebenarnya, kegagalan adalah saat kita berhenti untuk mencoba.”


Baca juga:

Minggu, 09 Februari 2020

NIKMAT SYUKUR

Khutbah Jum'at, 07 Februari 2020.
Masjid Jamik Kampus Kopelma Darussalam


          Ketika kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt, maka Allah akan menambahkan nikmat itu bagi kita. Tetapi ketika kita tidak mau bersyukur, ketika kita sombong dengan mengatakan bahwa hasil usaha itu adalah hasil dari keringat kita sendiri, ingat bahwa azab Allah itu pedih. Oleh karena itu bagaimana kita bersyukur diantara nikmat syukur adalah nikmat yang telah Allah berikan kepada anggota tubuh kita, dan diantara anggota tubuh yang sangat luar biasa itu adalah nikmat melihat, nikmat mata. kita dapat melihat ayat-ayat Allah, alam semesta dan sebagainya.
          Lantas bagaimana cara kita bersyukur terhadap nikmat mata atau penglihatan yang diberikan oleh Allah? Di dalam kitab Uddatussabirin, Imam Ibnu Qayyib pernah mengatakan ketika itu beliau mengutip pendapat dari pada Abu Hazem yang mana ketika itu dia ditanya, bagaimana yang dimaksud  dengan syukur kedua mata? Apa yang dimaksud dengan syukur melihat dengan kedua mata? Beliau mengatakan bahwasanya diantara syukur terhadap mata yang telah Allah berikan kepada kita, apabila engkau melihat kebaikan maka engkau ceritakan kepada yang lain namun apabila engkau melihat keburukan maka engkau menutupinya, itu di antara nikmat syukur yang harus kita syukuri.
          Ketika kita mendengar suatu kebaikan, maka kita ceritakan kepada orang lain dan kita bisa berbuat kebaikan-kebaikan. Namun ketika kita melihat keburukan atau tanpa sengaja kita melihat keburukan, maka jangan ceritakan kepada yang lain, kita tutup. Karena Rasulullah Saw pernah mengatakan dalam hadisnya “Barang siapa yang menutup aib seorang mukmin maka Allah menutup aibnya dunia dan akhirat”. Maka ini perlu kita perhatikan dan ada juga di antara kita diberikan ujian dengan tidak bisa melihat, bukan berarti Allah menghinakan orang tersebut, boleh jadi Allah memuliakan orang itu dengan tidak bisa melihat dan belum tentu kita yang bisa melihat ini lebih mulia daripada mereka yang tidak bisa melihat.
          Maka nikmat Allah ini yang perlu kita syukuri dan jangan sampai kita menjadi orang-orang yang buta. Buta yang bagaimana? Buta tatkala Allah membangkitkan kita di hari akhir nanti. Sebagaimana Allah telah berfirman “Siapa yang berpaling daripada peringatanku maka akan kuberikan kesempitan untuk nikmat dunianya. Tidak hanya itu, di hari akhir nanti dia akan dibangkitkan dalam kondisi tidak bisa melihat, dalam kondisi buta, dan dalam penuh kegelapan”.
          Lantas apa yang membuat kita di dunia ini bisa melihat namun di akhirat nanti kita akan dibangkitkan dalam keadaan buta? Dalam sebuah kisah tatkala Imam Ahmad bin Hambal beliau mengimami shalat, ketika selesai shalat ada seorang jamaah bertanya "ya Imam, berapa banyak orang yang salat hari ini?" lalu dia menjawab "hanya satu saja orang yang salat pada hari ini". lalu jamaahnya mendengar demikian mengatakan "wahai Imam, apakah kamu tidak bisa melihat banyak sekali orang yang salat? Apakah engkau sudah buta wahai Imam?" mendengar jawaban demikian Imam Ahmad bin Hambal beliau tidak tahu bahkan dia mendefinisikan siapa orang yang buta itu sebenarnya. Lalu dia mengatakan bahwa "orang yang buta itu adalah orang yang sujud dihadapan Allah yaitu orang shalat, akan tetapi ketika dilihat hubungannya dengan manusia dia takabur, dia sombong, menganggap dirinya paling hebat".
          Kemudian Imam Ahmad bin Hambal mengatakan lagi bahwasanya "orang yang buta itu orang yang shalat dan orang yang puasa, kemudian dia curang dalam jual belinya. Walaupun dia salat, dia puasa namun ketika jual-beli, dia curang dalam timbangannya, dia tidak memberikan hak yang penuh, maka dia termasuk orang yang buta. Lalu dia mengatakan lagi, orang yang buta itu orang yang bersedekah satu hari padahal dia mampu bersedekah setiap harinya. Berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadanya.
          Mengenai sedekah ini sangat luar biasa, Allah menyebutkan ada orang yang minta dan dia menginginkan ditangguhkan kematiannya agar dia bisa bersedekah. “ya Allah tangguhkan sebentar kematian saya”, untuk apa? agar aku bisa bersedekah dan bisa melakukan amal amal sholeh. Ingat sedekah termasuk bagian dari amal sholeh, tetapi Allah telah mengkhususkan bahwa sedekah ini merupakan keutamaan yang sangat luar biasa, maka ketika ada orang yang hanya bersedekah satu hari padahal dia bisa bersedekah setiap dari pada nikmat yang telah Allah berikan kepadanya maka dia termasuk orang-orang yang buta.
          Lalu beliau mengatakan lagi, orang yang buta itu orang yang senantiasa berdiri dihadapan Allah, dia salat tetapi hatinya selalu membawa sifat dendam, sifat marah, dan meremehkan orang muslim yang lain padahal Allah Swt mengatakan dalam Al-Quran surah Ali Imran Ayat 133-134 telah jelaskan, diantara ciri-ciri orang yang bertaqwa yang berkaitan dengan habluminannas yaitu orang yang gemar membantu orang lain baik itu dia dalam keadaan lapang atau dalam keadaan sempit dan dia mampu menahan amarahnya, mampu menahan emosinya, dan mau memaafkan kesalahan orang lain, Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Ini merupakan ciri-ciri yang bertaqwa yang berkaitan dengan habluminannas. Maka ketika ada seseorang yang menghadap Allah tetapi di dalam hatinya selalu membenci kepada yang lain, selalu Mendendam kepada sesama muslim, dan merendahkan yang lain maka dia termasuk orang yang buta.
          Terakhir, Iman Ahmad bin Hambal mengatakan orang yang buta itu adalah orang salat,  salat itu tidak memberikan bekas apapun pada dirinya. dan di akhir percakapan tersebut Imam Ahmad bin Hambal mengutip salah satu ayat di dalam Alquran “barang siapa di muka bumi ini yang buta mata hatinya walaupun dia bisa melihat sehingga ketika dia mati dia akan dibangkitkan dalam keadaan buta dan dia termasuk orang-orang yang sesat”, dan ini Senada dengan firman Allah “barang siapa yang berpaling dari pada peringatan ku sesungguhnya akan kuberikan kesempitan untuk kehidupan dunianya, tidak hanya itu di hari akhir nanti dia akan dibangkitkan dalam keadaan buta lalu dia protes kepada Allah, Ya Allah kenapa engkau bangkitkan aku dalam keadaan buta sedangkan aku di dunia ini bisa melihat, sedangkan aku tidak memiliki masalah dengan mata ya Allah, lalu Allah mengatakan telah datang peringatan-peringatan kami, telah banyak ayat-ayat kami tapi kalian meninggalkannya begitu saja, kalian melupakannya begitu saja, pada hari ini kalian termasuk orang-orang yang dilupakan”.
          Oleh karena itu kisah tersebut bisa kita ambil inti sari bahwasanya yang namanya ketaqwaan itu tidak hanya mengatur hubungan kita dengan Allah. Taqwa tidak ada kaitannya dengan hablum minannas, maka taqwa itu tidak hanya mengajarkan kita bagaimana cara ibadah salat, puasa, zakat, dan sebagainya tetapi taqwa ada kaitannya dengan muamalah kita. Bagaimana hubungan kita sesama kita, bagaimana hubungan kita dengan tetangga dan sebagainya. Banyak sekali ayat di dalam Alquran dan hadis rasulullah yang menceritakan tentang demikian.
          Diantaranya Rasulullah menyebutkan “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir maka dia jangan sakiti tetangganya. Maka ini menunjukkan hablum minannas harus kita jaga. Ketika kita mampu menjaga kedua hal tersebut, kita jaga ketaqwaan yang berkenaan dengan hablum minallah dan hablum minannas, maka insya Allah kita akan termasuk muslim yang benar-benar bertaqwa sebagaimana wasiat Jumat yang disampaikan.
          Bertakwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa, bagaimana yang dimaksud dengan sebenar-benarnya taqwa? Ketika kita mampu menjaga hubungan kita dengan Allah dan ketika kita mampu menjaga hubungan kita sesama manusia. Ingat yang namanya taqwa juga dikaitkan dengan kematian. Insya Allah ketika kita mampu menjaga ketaqwaan tersebut, Allah pada akhirnya wafatkan kita pada keadaan yang terbaik dan pada keadaan husnul khotimah. Amin ya robbal alamin.

Baca juga:

Sabtu, 10 September 2016

Fadhillah dan Keutamaan Berqurban







SUNGGUH selalu ada hikmah di setiap perintah yang Allah Subhanahu Wata’ala serukan kepada kita umatnya, meskipun jika dipandang berat menjalaninya. Begitulah perintah berqurban yang didasari kepada kisah sepasang ayah dan anak nan sholeh, nabiyullah Ibrahim dan putranya Ismail alaihi sallam.
Pada hakekatnya berqurban adalah wajib bagi yang mampu. Ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.
أخبرنا الحسن بن يعقوب بن يوسف العدل ، ثنا يحيى بن أبي طالب ، ثنا زيد بن الحباب ، عن عبد الله بن عياش القتباني ، عن الأعرج ، عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح ، فلا يحضر مصلانا »
“Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim]
1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah
Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Sebagaimana firman Allah surat Al-Maidah ayat 27, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa”.
Berqurban juga menjadi bukti ketaqwaan seorang hamba.
Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)
2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]
3.Sebagai Saksi Amal di Hadapan dari Allah
Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” [HR. ibnumajah No.3117].
4. Membedakan dengan Orang Kafir
Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]
5. Ajaran Nabiullah Ibrahim AS
Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim – ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
“Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127]
6. Berdimensi Sosial Ekonomi
Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun.
Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.
Hadits dari Ali bin Abu Thalib,
وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: { أَمَرَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ
”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.” Wallahu ‘alam bisshawab

Selasa, 03 Mei 2016

HISTORY : Meneladani Semangat Jihad Fatahillah

Meneladani Semangat Jihad Fatahillah

Sejarah Fatahillah menaklukkan pasukan Portugis di Sunda Kalapa atau Jayakarta, adalah salah satu bukti bahwa Jakarta pernah menjadi wilayah kekuasaan Islam
Meneladani Semangat Jihad Fatahillah
Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta

Oleh: Dina Farhana

MENELUSURI sejarah Jakarta bisa dimulai dari Pelabuhan Sunda Kalapa. Pelabuhan ini menjadi sentral perdagangan Nusantara yang dikuasai oleh kerajaan Sunda Pajajaran, sebuah kerajaan bercorak Hindu Budha, yang memiliki dua kawasan pelabuhan, yaitu Sunda Kalapa dan Banten. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan terbesar di Jawa Barat dan keberadaannya menjadi sangat penting bagi pusat perdagangan internasional Nusantara.
Bangsa Katolik Portugis memulai imperialismenya dengan menguasai Malaka, tahun 1511. Kepentingan politik Portugis dalam menguasai Nusantara tidak hanya sebatas bada menguasai perdagangan dan menjarah kekayaaan alam Nusantara, namun juga pada misi agamanya untuk menyebarkan ajaran Katolik.  Tidak berhenti disitu, bangsa Portugis meluaskan ekspansinya dengan menaklukan wilayah Aceh di Sumatera, dan Sunda Kalapa di Jawa.
Tahun 1522, bangsa Portugis berhasil menguasai pelabuhan Sunda Kalapa dengan membuat perjanjian kerjasama dengan kerajaan Pajajaran. Isi perjanjian antara lain:  Pajajaran akan menjual lada kepada Portugis dan Portugis diperkenankan membangun benteng di Sunda Kelapa. Namun sebelum pelaksanaan pembangunan benteng tersebut, bangsa Portugis banyak mengalami penyerangan oleh pasukan Islam. Sultan Mahmud Syah menyerang benteng Portugis di Malaka;  kekuasaan Portugis di Maluku diserang oleh Kesultanan Tidore dan Ternate. Begitu juga dengan Panglima Fatahillah yang menaklukan kekuasaan Portugis di Tanah Jawa.
Penyerangan terhadap kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa dipimpin oleh Fatahillah, yang tak lain adalah menantu dari Sunan Gunung Jati.  Fatahillah diangkat sebagai panglima perang oleh Raja Kerajaan Islam Demak untuk menaklukan penjajahan Portugis di Tanah Sunda. Pasukan perang Fatahillah mendapatkan bantuan armada dari kerajaan Islam Demak dan Kerajaan Islam Cirebon, sehingga pasukan Islam memiliki pertahanan yang cukup kuat. Awal penyerangan pasukan Fatahillah diarahkan kepada penaklukan kerajaan Pajajaran di Banten. Lalu setelah itu melanjutkan penyerangan terhadap pasukan portugis di Pelabuhan Sunda Kalapa.
Pasukan Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa, masih berusaha menagih janji atas perjanjian kerajaan Pajajaran dengan Pasukan Portugis untuk mendirikan benteng di Pelabuhan Sunda Kalapa. Namun karena Sunda Kalapa sudah berada dalam kekuasaan pasukan Fatahillah, tentu Fatahillah menolak tuntutan tersebut. Maka dengan kekecewaannya Portugis mengancam akan menghancurkan Sunda Kalapa beserta pasukan Islam. Tapi, Fatahillah tak gentar menghadapi perlawanan tersebut.
Tidak lama kemudian, pecahlah pertempuran dahsyat. Pasukan darat Katolik Portugis menggunakan senjata pedang, bedil, dan meriam serta berlindung dengan topi baja. Sedangkan pasukan Islam jalur darat menggunakan senjata tombak, kujang, pedang, keris dan meriam-meriam. Armada kapal perang Fransisco de Sa maupun Fatahillah menggunakan meriam dan senjata api lainnya. (Drs. Edi S. Ekadjati, Fatahillah Pahlawan Arif Bijaksana, Jakarta: Penerbit PT. Sanggabuwana, hal. 45)
Pasukan Fatahillah tetap bergerak mengepung pasukan meriam Portugis. Komando Fatahillah untuk menyerbu terdengar lantang oleh pasukan Islam. Dengan bergerak cepat disertai semangat jihad yang selalu berkobar membuat pasukan Portugis berada dalam serangan dahsyat. Pertarungan sengit untuk membunuh lawan semakin berkecamuk. Banyak korban dari pihak Portugis berjatuhan. Portugis tidak mampu menahan serangan bertubi-tubi dari pasukan Kerajaan Islam Demak, sisa pasukan Portugis terdesak mundur dari darat dan melarikan diri menuju armada kapal. Masih dalam keadaan pelarian, pasukan Portugis dikejar pasukan Islam. Salah satu armada kapal Portugis terkena sasaran meriam armada kapal Fatahillah. Kapal Portugis itu terbakar, kemudian tenggelam ditelan lautan. (Ibid, hal. 46)

perjuangan untuk menegakkan Islam di Jakarta merupakan tugas bagi para pemimpin-pemimpin setelah Fatahillah
Kemenangan yang didapat pasukan Islam atas jatuhnya kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa terjadi pada tahun 1527 M. Kemenangan ini semata-mata bukan hanya karena hasil perjuangan Fatahillah dan pasukannya, melainkan juga karena adanya pertolongan Allah untuk meneguhkan ajarannya di tanah Jakarta. Sultan Trenggono, Raja Kerajaan Islam Demak mengangkat Fatahillah menjadi gubernur Sunda Kalapa, dan Sunda Kalapa menjadi wilayah mandat kerajaan Islam Demak. Nama Sunda Kalapa setelah itu diganti oleh Fatahillah dengan nama Jayakarta yang artinya kemenengan yang nyata. Nama ini diambil dari surat al Fath ayat 1, Allah berfirman:
إنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
Artinya: Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”  (Q.S. Al-Fath [48]: 1)
Sejarah Fatahillah menaklukkan pasukan Portugis di Sunda Kalapa atau Jayakarta, adalah salah satu bukti bahwa Jakarta pernah menjadi wilayah kekuasaan Islam. Islam berdiri teguh untuk menaklukan kemungkaran para penjajah portugis yang berkuasa. Selain itu, usaha pasukan Islam dibawah kepemimpinan Fatahillah dengan semangat jihadnya untuk memerangi tindakan tidak berperikemanusiaan kaum penjajah terhadap masyarakat Nusantara.
Mengambil hikmah sejarah Jakarta,  perjuangan untuk menegakkan Islam di Jakarta merupakan tugas bagi para pemimpin-pemimpin setelah Fatahillah. Jakarta sebagai jantung Nusantara, seharusnya menjadi  kelanjutan bagi perjuangan ulama-ulama  terdahulu dalam menegakkan Islam di Ibukota dan seluruh Nusantara. (2 Mei 2016).
(source :http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2016/05/03/94241/meneladani-semangat-jihad-fatahillah.html)

Senin, 02 Mei 2016

HARI PENDIDIKAN NASIONAL

HARI PENDIDIKAN NASIONAL : 20 MEI 2016
"Ilmu Tanpa Amal adalah Omong Kosong, Amal Tanpa IlmumAdalah Kesesatan"


Selamatkan Pendidikan Indonesia dari Keterpurukan, 
Selamatkan Pendidikan Indonesia Dari Penjajahan
Selamatkan Pendidikan Pedalaman Indonesia
Selamatkan Pendidikan Indonesia dari Degradasi Moral
Selamatkan Pendidikan Indonesia dari Keterbelakangan
"Selamatkan Pendidikan Indonesia"

-Penunggang Badai-


Senin, 22 Februari 2016

CORETAN KADER: KAWAN, LAWAN, ATAU KEPENTINGAN ?


KAWAN, LAWAN atau KEPENTINGAN?

Oleh : Zahratul Suci
Pernahkah kita merenungkan kenapa kita bisa berteman dengan seseorang? Karena dia baik, dia cantik? (bukan stiker iwan fals :D). Mungkin kita pernah membaca, di dalam al-Quran, Allah SWT menceritakan penyesalan manusia calon penghuni neraka di hari kiamat tiba disebabkan karena menjadikan seseorang sebagai kawan dekatnya yang membuatnya terperosok dalam neraka. Allah SWT berfirman:
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan sebagai teman akrab(ku). Sesungguhnya ia telah menyesatkan aku dari al-Quran ketika al-Quran itu datang kepadaku.” (Q.S al-Furqan: 28-29)
Mereka pun saling menuduh dan menyalahkan, bahwa temannya itulah yang mengajak dan mendorongnya melakukan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah SWT. Maka mereka --yang ketika hidup di dunia merupakan teman akrab, ketika tiba hari kiamat kelak menjadi musuh satu sama lain sebagaimana disampaikan dalam ayat lainnya. Allah SWT berfirman:

اَلْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu (datangnya hari kiamat), sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS al-Zukhruf: 67)
Sadarkah kita selama ini persahabatan dengan motivasi kepentingan materi, atau manfaat duniawi lainnya, tidaklah akan kekal, bahkan tidak jarang masih di dunia pun sudah terjadi permusuhan. Yang dulunya berteman baik, ujung-ujungnya cekcok, dan saling membongkar aib. *truestory
Persahabatan yang kekal abadi adalah persahabatan antara sesama orang-orang yang bertakwa, persahabatan yang didasarkan pada landasan ketakwaan, bukan persahabatan yang didasarkan kepada kesamaan kepentingan duniawi, kesukuan, atau kebangsaan.
Persahabatan yang terbangun atas dasar Islam bisa dibuktikan dengan melihat sejauh mana kesesuaian mereka dengan syari’at Allah dalam menjalin hubungan.Kawan sejati adalah yang akan memberikan nasihat kepada sahabatnya, akan mengingatkannya ketika keliru, dan akan bekerjasama dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar di tengah-tengah manusia dapat dilaksanakan. Kawan sejati bukanlah kawan yang diam saja ketika sahabatnya menyimpang dari aturan Allah SWT.
"Pada suatu hari, ada dua orang pemuda sedang berkelahi, masing-masing dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Pemuda Muhajirin itu berteriak; 'Hai kaum Muhajirin, (berikanlah pembelaan untukku!) ' Pemuda Anshar pun berseru; 'Hai kaum Anshar, (berikanlah pembelaan untukku!) ' Mendengar itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dan bertanya:
مَا هَذَا دَعْوَى أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ
'Ada apa ini? Bukankah ini adalah seruan jahiliah? ' Orang-orang menjawab;
لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا أَنَّ غُلَامَيْنِ اقْتَتَلَا فَكَسَعَ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ
'Tidak ya Rasulullah. Sebenarnya tadi ada dua orang pemuda yang berkelahi, yang satu mendorong yang lain.'
Kemudian Rasulullah bersabda:
فَلَا بَأْسَ وَلْيَنْصُرْ الرَّجُلُ أَخَاهُ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا إِنْ كَانَ ظَالِمًا فَلْيَنْهَهُ فَإِنَّهُ لَهُ نَصْرٌ وَإِنْ كَانَ مَظْلُومًا فَلْيَنْصُرْهُ
“Tidak mengapa,hendaklah seseorang menolong saudaranya (sesama muslim) yang berbuat zhalim atau yang sedang dizhalimi. Apabila ia berbuat zhalim/aniaya, maka cegahlah ia untuk tidak berbuat kezhaliman dan itu berarti menolongnya. Dan apabila ia dizalimi/dianiaya, maka tolonglah ia!”(HR. Muslim dari Jabir r.a).
(Seharusnya) seperti inilah kita lakukan dalam setiap sisi kehidupan, siapapun teman kita, apakah dia miskin atau kaya, pejabat, penguasa ataupun rakyat jelata, persahabatan yang tercermin dengan sikap saling membantu dan memotivasi untuk berbuat keta’atan kepada Allah, dan saling mengingatkan dan mencegah dari pelanggaran syari’at-Nya.
Disisi lain ketika teman kita berbuat maksiyat, mengajak pacaran dan pergaulan bebas, melanggar aturan-Nya, memprovokasi umat untuk menolak syari’at-Nya, membuat aturan yang bertentangan dengan aturan-Nya, menggadaikan negeri ini kepada asing dengan kebijakan-kebijakannya, maka seharusnya sikap seorang sahabat adalah dengan mengingatkannya dan mencegahnya dari melakukan yang demikian tersebut, membiarkannya atau mensupportnya untuk berlaku dzolim bukanlah sikap seorang kawan sejati, bahkan ini adalah sikap yang akan mencelakakannya diakhirat kelak.

Kita memang harus siap berkawan dengan siapa saja --meskipun sebelumnya menjadi musuh kita-- jika Islam menghendaki kita harus bersatu. Sebaliknya, kita harus sanggup menjadikan siapa pun sebagai musuh kita --termasuk orang yang sebelumnya amat dekat dengan kita-- jika mereka menentang Islam, menghalangi dakwah, atau menyuburkan kemaksiatan, yang oleh karenanya Islam menghendaki kita menjadikannya sebagai musuh. Jadi, kawan dan lawan tak selalu abadi, namun kehendak Islamlah yang abadi, dan faktor itulah yang harus kita jadikan sebagai landasan dalam memilih kawan. Semoga Allah memberikan kawan-kawan sejati kepada kita, kawan yang bisa menjalani suka-dukanya kehidupan dalam langkah menggapai ridho Allah SWT.

Jumat, 19 Februari 2016

CORETAN KADER : EKSISTENSI PERGERAKAN DAKWAH MAHASISWA MENURUT PRESPEKTIF AL-QUR'AN

CORETAN KADER : EKSISTENSI PERGERAKAN DAKWAH MAHASISWA MENURUT PRESPEKTIF AL-QUR'AN

Oleh : Rizka Dewi

“Apa pun, siapa pun, kapan pun, di mana pun, bagaimana pun, aku tetap orang yang berpegang teguh terhadap idealisme yang kuyakini. Karena sejatinya seorang realistis hanya dapat bergerak dalam kehidupan dengan idealisme yang ia miliki dan yakini.”
Beranjak dari kalimat di atas, seyogianya setiap insan di dunia ini dapat memahami dengan baik perihal makna kehidupan hakiki yang diberikan oleh Allah SWT. Lebih jauh lagi mengenai kebermaknaan hidup itu sendiri. Ketika makna ditemukan, maka akan bahagia seseorang menjalani hidupnya. Sesungguhnya Allah SWT telah menegaskan bahwasanya hanya agama Islam sajalah yang pada akhirnya akan diterima oleh-Nya.
“Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)
Pasca reformasi tahun 1998 terlihat dengan jelas kebebasan organisasi pergerakan dakwah, khususnya pergerakan dakwah mahasiswa yang sampai saat ini masih menunjukkan eksistensinya. Sebut saja Pelajar Islam Indonesia (PII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan masih banyak pergerakan dakwah lain yang tak dapat disebutkan satu per satu. Pergerakan-pergerakan dakwah tersebut menjadi sebuah pijakan dalam upaya membentuk peradaban baru yang dilandaskan Al Quran dan As-Sunnah. Tak pelak, semua pergerakan dakwah mahasiswa di Indonesia yang telah terbentuk hingga saat ini adalah sebuah kontribusi nyata dalam menunaikan amanah Allah SWT kepada umat-Nya untuk menjadi da’i dalam kondisi apa pun, Antum du’aat qobla kulli syai’in. Sebelum segala sesuatu kalian semua adalah para da’i.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ‘Imran: 104)
Dan dua ayat ini pun menjadi penegas ayat sebelumnya.
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali ‘Imran: 110)
“Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”(Al Baqarah: 143)
Berbicara mengenai pergerakan kebangkitan Islam, takkan terlepas dari tokoh-tokoh yang menjadi pelopor sekaligus promotor pembaruan pergerakan kebangkitan Islam itu sendiri. Saat ini pergerakan dakwah mahasiswa di Indonesia sedikit banyak cenderung mengadopsi pergerakan Ikhwanul Muslimin yang digagas oleh Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna, lebih tepatnya terinspirasi oleh pergerakan beliau.
Mengambil istilah dari Fazlur Rahman, ia mengemukakan bahwa pergerakan Ikhwanul Muslimin yang digagas oleh Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna adalah pergerakan yang lebih menekankan pemikiran Islam secara total sebagai sistem hidup yang mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakat atau biasa disebut kelompok ‘fundamentalisme Islam’. Selanjutnya pada tataran periodesasi pembaruan pergerakan kebangkitan Islam, para fundamentalis ini oleh Fazlur Rahman dimasukkan ke dalam pemikiran neorevivalisme. Seiring dengan perjalanan pergerakan kebangkitan Islam, tidak lama sejak bermekarannya pemikiran neorevivalisme, muncul kembali pemikiran baru yang mewarisi pemikiran fundamentalisme sekaligus mengoreksinya. Inilah yang disebut neofundamentalisme Islam. Mereka dapat beradaptasi terhadap kemodernan, tetapi tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam yang dianggap universal dan akan senantiasa mampu menjawab tantangan zaman2.
Di kalangan para cendekiawan, pemuda memiliki 3 amanah yang diharapkan menjadi tumpuan mereka dalam bergerak, yaitu social control, iron stock, dan agent of change. Ketiga amanah tersebut menjadi sebuah tumpuan yang tak dapat terelakkan kembali untuk dipertanggungjawabkan kepada para pemuda. Tetapi, kadangkala timbul pertanyaan yang membuat rasa kepenasaran semakin membuncah di antara segelintir orang yang belum memahami, ”Mengapa harus para pemuda?”
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sungguh, kalau saja kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al Kahfi: 13-14)
Dalam ‘Majmu’ah Ar-Rasail’ karya Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna, beliau mengemukakan setidaknya ada empat karakter yang senantiasa melekat pada diri pemuda. Perwujudan orientasi yang dimiliki pemuda akan terealisasi manakala ada rasa keyakinan yang kuat kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, senantiasa bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal serta berkorban dalam mewujudkannya. Karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tak lain hanya dimiliki pada diri para pemuda3.
Terjawab sudah pertanyaan yang sedari tadi menjadi persoalan. Itulah pemuda. Mereka identik terhadap perjuangan. Mereka seperti pusaran gelombang yang menggerakkan segala sesuatu. Mereka laksana ombak yang menerpa tembok ketidakadilan. Mereka layaknya pelangi, memberikan secercah harapan yang muncul setelah kegelapan menuju cahaya. Dan mungkin setiap apa yang telah ada di dunia tak terlepas dari peran serta dan kontribusi yang mereka ciptakan.
Begitulah para pemuda. Maka tak salah jika Presiden Soekarno menyatakan bahwa ia akan mengguncang dunia hanya dengan sepuluh pemuda. Karena sosok pemuda adalah kepribadian yang terintegrasi. Fase hidup yang selalu dinanti oleh setiap insan. Karena hampir semua hal yang akan didapat manusia dalam hidup ini terjadi dalam fase keremajaan. Tentu saja fase remaja merupakan indikasi awal yang menjadikan diri seseorang layak disebut sebagai seorang pemuda. Lebih jauh, pribadi seorang remaja yang sudah ditempa menjadikan dirinya patut disebut sebagai seorang pemuda. Kematangan akal dan fisik yang mereka dapatkan takkan ada yang bisa dinafikan oleh sesuatu pun.
Bertolak dari pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya, seyogianya khalayak umum dapat memahami dan meyakini eksistensi para pemuda. Namun, beberapa tahun terakhir opini publik saat ini menimbulkan sedikit keraguan atas jati diri seorang pemuda. Mungkin disebabkan kebebasan pers yang melanda media berdampak sangat luas dalam memetakan persepsi dan pemikiran masyarakat.
Saat ini masyarakat berpandangan bahwa pergerakan dakwah mahasiswa pasca reformasi 1998 tidak menunjukkan eksistensinya secara nyata. Masyarakat menganggap pergerakan dakwah mahasiswa tahun-tahun terakhir ini tidak semasif dengan pergerakan dakwah mahasiswa di zaman pra reformasi. Inilah yang menjadi permasalahan utama. Opini seperti ini tersebar dalam kehidupan masyarakat secara luas. Ini dapat menimbulkan degradasi motivasi dan bahkan akan lebih mengkhawatirkan ketika terjadi disorientasi dalam pergerakan dakwah mahasiswa.
Padahal jika kembali ditelusuri perihal masalah ini, sebenarnya tidak semua pergerakan dakwah mahasiswa seperti apa yang dianggap oleh masyarakat. Walaupun secara kasat mata terlihat tidak semasif seperti yang terjadi pada zaman pra reformasi, pergerakan dakwah mahasiswa mulai memahami birokrasi manajemen organisasi dengan baik. Dahulu kebanyakan pergerakan dakwah mahasiswa berpusat pada pergerakan massa. Gelombang massa dijadikan tumpuan kekuatan utama. Namun, jarang ada yang memperhatikan persoalan administratif. Maka jadilah pengarsipan surat, dokumentasi kegiatan, hingga masalah AD/ART tidak sesuai yang diharapkan. Padahal seharusnya semua yang berhubungan dengan administratif dapat terselesaikan dengan baik.

Berbeda halnya dengan sekarang. Pergerakan dakwah mahasiswa saat ini dapat dikatakan lebih rapih pengorganisasiannya dibandingkan dengan pra reformasi. Lebih tepatnya terkait permasalahan manajemen organisasi, pergerakan dakwah mahasiswa sudah mengaplikasikannya dengan baik di lapangan dan tetap tidak mengindahkan gelombang massa sebagai salah satu kekuatan pergerakan.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaaf: 4)
Untuk itu sudah sepatutnya khalayak umum menyadari hal ini. Jangan pernah sama sekali menghilangkan eksistensi para pemuda. Mereka memiliki jiwa kepribadian dan karakter khas yang tak dimiliki seorang pun melainkan diri mereka sendiri.
Ada sebuah pertanyaan. Mengapa pergerakan dakwah mahasiswa tidak pernah terhapuskan eksistensinya dan selalu memiliki semangat juang tinggi dalam melakukan pergerakan serta selalu aktif dalam berpartisipasi dan berkontribusi bagi perkembangan kehidupan? Karena mereka memegang teguh idealisme yang mereka yakini bersama. Sejatinya tidak seorang pun atau sekelompok orang tertentu yang realistis dapat bergerak dalam kehidupan, melainkan ia atau mereka memiliki idealisme yang dipegang kuat dan diyakini hati dengan penjunjungan tinggi.
Saat ini pergerakan dakwah mahasiswa tengah melakukan konsolidasi yang begitu meyakinkan. Pergerakan dakwah mereka sudah merambah berbagai aspek kehidupan bermasyarakat seperti nilai dan norma sosial, budaya, perilaku, maupun pemikiran. Tak bisa dipungkiri, mahasiswa adalah penggerak dalam upaya revitalisasi kemaslahatan umat dan bangsa.
“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (Dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Ali ‘Imran: 79)
Ayat Al Quran di atas menjadi penutup atas pembahasan yang telah berkepanjangan ini. Secara fundamental pergerakan dakwah, khususnya mahasiswa, memiliki hubungan terkait dengan makna tarbiyah. Tak dapat dipungkiri, pergerakan dakwah mahasiswa bermula dari arah pembinaan sepanjang hidup yang jelas untuk membentuk kader-kader dakwah yang mumpuni. Atau biasa disebut Tarbiyah Nukhbawiyah.
Dakwah dan tarbiyah merupakan dua konsep fundamental yang dimiliki agama Islam. Pergerakan Dakwah Mahasiswa pada dasarnya merupakan pengejawatahan dari pembentukan Rijalud Dakwah atau para aktivis dakwah. Ke depan pergerakan dakwah mahasiswa diharapkan tetap terjaga eksistensinya sebagai washilah atau media dalam pembentukan aktivis-aktivis kader dakwah yang siap menyongsong umat dan negara.
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al Anfal: 60)
“Akulah petualang yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.
Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka ia pun berseru, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’
Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?”4


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/10/23/23692/eksistensi-pergerakan-dakwah-mahasiswa-dalam-perspektif-al-quran-1/#ixzz3xmwcflGp


Kamis, 26 November 2015

Manfaat Kulit Jeruk

Buah jeruk sudah tak diragukan lagi menjadi buah yang super sehat. Hal ini disebabkan karena jeruk tinggi akan vitamin C dan serat yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Umumnya saat makan jeruk, Anda pun mengonsumsi dagingnya dan membuang kulitnya. Namun siapa sangka jika buah jeruk pun memiliki manfaat sehat. Penasaran? Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah jawabannya.

Meredakan gangguan pencernaan
Kulit jeruk yang dikeringkan ternyata tinggi akan manfaat sehat untuk pencernaan. Saat perut Anda sedang tidak nyaman dan kembung, masukkan kulit jeruk yang kering di dalam segelas air hangat. Kemudian minumlah. Ramuan ini efektif untuk meredakan gangguan pencernaan, mual, naiknya asam lambung, serta mampu meningkatkan nafsu makan.

Melarutkan dahak
Di musim hujan seperti ini, penyakit batuk dan pilek pun berdatangan. Seringkali tenggorokan Anda pun dipenuhi dengan dahak. Nah, minum hangat yang dicampur dengan kulit jeruk yang sudah dikeringkan membantu dalam melarutkan dahak serta melonggarkan hidung yang tersumbat.

Bersifat anti mikroba
Kulit jeruk memiliki sifat anti mikroba dan anti inflamasi di dalamnya sehingga dapat membunuh bakteri dan virus di dalam tubuh. Sifat ini juga dapat mengurangi keasaman dan mencegah sembelit dalam perut Anda.

Mengurangi kolesterol
Penelitian menunjukkan bahwa kulit jeruk dapat melarutkan trigliserida dan kolesterol sehingga kolesterol Anda pun akan menurun.

Mencegah kanker usus
Kulit jeruk mengandung flavonoid yang dikenal sebagai hesperidina, bahan alami yang efektif dalam melawan kanker usus besar hingga osteoporosis.
Ternyata kulit jeruk bermanfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Tertarik untuk mencobanya?

 (Merdeka.com)

Jumat, 20 November 2015

Kesehatan Dan Bahan Kimia


Saat ini di pasaran banyak dijual produk yang mengandung bahan kimia, termasuk produk yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak dipungkiri bahwa hampir di semua sudut ruang rumah tangga membutuhkan produk kimia, contohnya 1) di ruang dapur membutuhkan deterjen piring dan pembersih anti bakteri, 2) di ruang cuci/gudang membutuhkan deterjen, pembersih multiguna, pemutih, insektisida dan cat, 3) di kamar mandi membutuhkan pembersih toilet, pembersih wastafel, anti jamur dan bercak, 4) di ruang tamu membutuhkan pembersih karpet dan penyegar ruangan, 5) di kamar tidur membutuhkan kapur barus dan pengusir serangga, 6) dan di tempat lain seperti di garasi mobil dan pekarangan/kebun juga membutuhkan produk kimia. Semua produk yang dibutuhkan rumah tangga tersebut berbahan kimia. Ironisnya masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa produk kimia tersebut termasuk bahan berbahaya dan beracun. Sifat racun bahan kimia dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup baik secara langsung atau tidak langsung. Permenkes 472/Menkes/Per/V/96 menyebutkan bahwa bahan berbahaya adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung, yang mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif, dan iritasi. Sedangkan PP No. 74 tahun 2001 menyebutkan bahan berbahaya dan beracun sebagai bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup, dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya. Menurut OSHA (Occupational Safety and Health of the United State Government) bahan yang karena sifat kimia maupun kondisi fisiknya sangat berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti dan atau lingkungan.
Seberapa besarkah produk kimia rumah tangga memiliki dampak pada masyarakat? Berdasarkan data statistik mencatat bahwa lebih dari 7 juta kecelakaan akibat keracunan bahan kimia terjadi setiap tahun, dengan lebih dari 75% nya adalah anak kecil di bawah 6 tahun (The Columbia University College of Physicians & Surgeons). Wanita yang bekerja di rumah memiliki angka kematian akibat kanker sebesar 54% lebih tinggi dibandingkan wanita yang bekerja jauh dari rumah. Hal ini disebabkan oleh paparan dari bahan kimia berbahaya yang terdapat pada produk kimia rumah tangga (Toronto Indoor Air Conference 1990). Bahan kimia berbahaya pada produk pembersih dapat menyebabkan kanker 3 kali lipat dibandingkan polusi udara (Environmental Protection Agency report in 1985).
Penggunaan produk kimia kalau tidak mengetahui jenis produk dan tidak mengikuti aturan pemakaian dan penyimpanannya dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia, yaitu:
  1. Efek kesehatan jangka pendek (akut)
Efek akut terjadi dengan segera, biasanya disebabkan oleh paparan tunggal dengan dosis tinggi. Contoh yang disebabkan oleh paparan solvent: iritasi mata, kulit, saluran pernafasan, sakit kepala, mual, muntah, hilang koordinasi, lemah bahkan narkosis atau koma. Efek akut dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian.
  1. Efek kesehatan jangka panjang (kronis)
Efek kronis dapat terjadi setelah paparan berulang-ulang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Keterpajanan bisa oleh dosis tinggi maupun rendah yang terjadi berulang dan jangka panjang. Sebagai contoh, efek kronis dari metanol, setelah jangka panjang adalah dermatitis, kebutaan dan kerusakan hati.
  1. Efek lokal
Efek lokal disebabkan oleh bahan berbahaya yang kontak dengan sebagian tubuh. Sebagai contoh, kontak dengan asam kuat dapat menimbulkan rasa terbakar pada kulit.
  1. Efek sistemik
Efek sistemik adalah kerusakan atau gangguan yang dialami oleh bagian tubuh tertentu yang terletak jauh dari tempat kontaknya bahan berbahaya. Hal ini terjadi karena bahan-bahan kimia terbawa oleh aliran darah menuju organ target tertentu. Contoh, sakit kepala karena menghirup uap solvent adalah merupakan efek sistemik yang akut.
Bahan kimia akan mempunyai efek terhadap kesehatan bila terjadi kontak dengan salah satu atau beberapa bagian tubuh manusia. Perbedaan cara masuk bahan kimia ke dalam tubuh menentukan bagaimana bahan kimia tersebut mempengaruhi kesehatan manusia. Sebagai contoh: solvent dapat mempengaruhi kulit menyebabkan dermatitis, tetapi bila uapnya terhirup masuk ke saluran pernafasan, maka dapat terjadi efek narcosis.
Jalan utama masuknya bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh dapat melalui: mulut, pernafasan, kulit atau mata.
Tindakan pertolongan pertama bila terjadi kontak dengan bahan kimia berbahaya:
  1. Bila terhirup
    • Segera menuju daerah yang bebas dari uap yang berbahaya dan berudara segar.
    • Bila perlu lakukan pernafasan buatan dan hubungi dokter atau RS
  2. Bila terkena kulit
  • Segera lepaskan pakaian perhiasan dan sepatu yang terkontaminasi, cuci kulit dengan air yang banyak dan sabun segera sampai tidak ada sisa bahan kimia berbahaya.
  • Bila terjadi iritasi hubungi dokter.
  1. Bila terkena mata
  • Segera bilas mata dengan air bersih dallam jumlah banyak. Jaga mata tetap terbuka selama dibilas sambil sekali-sekali dikedipkan sampai tidak ada sisa bahan kimia berbahaya yang tertinggal.
  • Untuk kasus yang berat konsultasikan dengan dokter.
  1. Bila tertelan
  • Jangan merangsang muntah
  • Segera berikan air minum atau susu, kecuali penderita tidak sadar, kejang-kejang, atau tidak dapat menelan
Tindakan pencegahan dan pelindungan diri
  1. Eliminasi dan substitusi
Langkah pengendalian yang paling efektif untuk setiap bahan kimia berbahaya adalah dengan mengeliminasi / menyingkirkan dan menggantikannya dengan bahan kimia yang kurang berbahaya.
  1. Ventilasi / bekerja di tempat terbuka
Sewaktu menggunakan bahan kimia diharuskan agar ada lubang ventilasi untuk perputaran udara guna mencegah masuknya bahan kimia lewat jalur pernapasan
  1. Alat Pelindung Diri
Gunakan alat pelindung diri untuk bahan-bahan yang bersifat korosif/iritasi, beracun, dengan memakai alat seperti sarung tangan atau masker
Bahan kimia ibarat satu mata uang dengan dua sisi yang berbeda. Esensial bagi kehidupan tetapi di sisi lain dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan dan lingkungan baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Namun seperti pepatah mengatakan bahwa ”lebih baik mencegah daripada mengobati”, maka kita harus berupaya mencegah dampak negatif dari penggunaan bahan kimia berbahaya tersebut. Mengingat bahayanya bahan kimia terhadap kesehatan dan lingkungan hidup maka masyarakat perlu waspada terhadap penggunaan produk-produk yang berbahan kimia, termasuk produk-produk untuk kebutuhan rumah tangga. Yang lebih penting adalah tidak menganggap sepele efek yang ditimbulkan dari bahan kimia tersebut terhadap kesehatan. Langkah preventif dalam pengamanan bahan kimia dapat dilakukan melalui cara penyimpanan yang benar, penggunaan yang benar dan substitusi bahan kimia yang relatif aman.

(Sumber: dakwatuna.com)

FORUM STUDI ISLAM (FOSI) 2020

  UKM LDF Al m udarris memiliki enam bidang yang masing-masing bidangnya menjalankan program kerja yang bermacam ragam , termas...